Sedikit analisa hasil pilkada jakarta 2017
Yang menarik kenapa suara paslon 1 yaitu AHY dan Mpok silvy begitu drop jatuh di bawah 20 persen ??? Padahal dari beberapa lembaga survey bonafide di prediksikan Bahwa Anies-Sandi yg tereliminasi sedangkan Ahok dan Agus masuk dalam putaran kedua.
Setidaknya ada dua analisa sederhana:
1. Anies menggunakan strategi musuh dalam selimut yaitu strategi menggunakan simpul massa yg sama dan kegiatan keagamaan yg sama dan kehadirannya di sana bagian dari setting untuk mengambil suara AHY yang sudah terkondisikan.
2. Anies memanfaatkan debat untuk memperlihatkan bahwa pasangan AHY dan mpok silvy belum matang bahkan memainkan kalimat seolah2 tdk kredibel ini ketika terjadi saling tanya dan saling bantah ada banyak pertanyaan Anies yang di tujukan kepada silvy langsung.
Kedua analisa ini yg terus menerus saya pertahankan sebelum pencoblosan sehingga dalam diskusi di WA group maupun diskusi informal dengan master survey saya selalu bilang Anies berhasil meraup dan mengerogotin suara AHY sehingga ahy ketika ada di klasemen atas atau puncak di lahap secara perlahan-lahan secara silent.
Memang benar kata pepatah musuh yg paling berbahaya adalah "musuh dalam selimut"
Dan salut kepada AHY yg secara ksatria telah mengakui kekalahannya dan berjiwa besar semoga AHY maju terus di ladang pengabdian yg lain.

No comments:
Post a Comment
silahkan Pos kan Komentarmu, dimohon tidak berbau sara, provokasi, apalagi melanggar hukum, Thank you.