16 January 2026

Mental Health for Basic Safety Training Course 2026

Pekerja Anak Buah Kapal (ABK) memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan pekerja sektor lain, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti beban kerja berat, isolasi, dan jauh dari keluarga. Perusahaan pelayaran memegang peran penting dalam menciptakan kondisi kerja yang mendukung kesejahteraan mental para pelaut.

 

Regulasi terbaru IMO MSC.539(108) dan amandemen STCW yang wajib per 1 Januari 2026 mewajibkan semua pelaut memiliki sertifikat Basic Safety Training (BST) versi baru yang mencakup modul tambahan mengenai kesehatan mental, pencegahan, dan penanganan kekerasan/pelecehan (bullying/harassment) di kapal, menjadikannya persyaratan mutlak sebelum berlayar internasional, meskipun ada dispensasi sementara bagi yang sedang bertugas saat tanggal efektif. 
 

Tujuan: Menciptakan pelaut yang tidak hanya tangguh fisik, tetapi juga kuat mental, serta memastikan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan di industri maritim global. 

 

Berikut ini saya bagikan Materi Mental Health yang saya dapatkan dari Short Course BST 2026, Materi ini disusun oleh : Bp Nazilul Hamidi S.A.P., M.A.P.

 



 

19 February 2020

Tips Membuat Konten di Channel Youtube


Saya ada tip untuk kamu yg suka bikin konten di YouTube, yaitu nebeng trending topic.

Contoh: Kalau olimpiade lagi trending, lalu video kamu bahas olimpiade, ada kemungkinan YouTube akan mengelompokkan videomu di daftar recommended dari video yang trending.

Dalam hal bikin cover, tip ini aplikasinya begini,

Lagu "Aziz Ganteng" by Indra lagi trending, lalu kita bikin covernya (kalau bisa izin dulu lebih asik), kita judulinnya dgn urutan

sbb: judul lagu, nama artis, baru nama kita: Aziz Ganteng - Indra (cover by Cecep)

YouTube akan meletakkan video-video dengan judul dan tags serupa ke dalam satu "cluster" untuk nantinya ditampilkan sebagai recommended saat salah satu video disitu dilihat penonton.

Video di channel VokalPlus bisa dapat banyak views bukan mayoritas dari subscribers, melainkan dari recommended. Hal ini bisa saya pastikan saat melihat statistik.

Coba perhatikan halaman YouTube kamu, kalau akhir2 ini lagi lihat video tentang virus corona, pasti video2-video virus corona lainnya bermunculan di halaman depan kan?

Kamu juga bisa cek apa sih yang lagi trending di Indonesia dengan menggunakan website Google Trends, di sana kita bisa lihat keyword yang trending hari ke hari.

Kalaupun konten kamu tidak nyambung secara langsung dengan topik yang trending, kamu bisa ambil sisi lain.

Misalnya, konten kamu review sendal jepit, saat banjir jadi trending, kamu bisa review sendal jepit paling bagus di kala banjir, tetap berguna kan? Hehe.



By : Indra Aziz (Founder Vokalplus)

29 July 2019

Selamat Ribut Rukun

        Ribut berarti bertengkar, sedangkan rukun berarti damai. Jadi, ribut dan rukun tidak ada persamaannya, bahkan kedua kata itu saling bertolak belakang. Akan tetapi di dalam kehidupan keluarga ribut dan rukun adalah hal yang tidak dapat dipisahkan, kehidupan keluarga ditandai dengan suasana ribut dan rukun. Biar bagaimanapun rukunnya suatu keluarga, bukankah dalam kenyataannya terjadi juga keributan? Mana ada suami istri yang tidak pernah ribut? Atau adik kakak yang tidak pernah bertengkar? Atau anak dan orangtua yang tidak pernah bertikai? Lebih baik kita bersikap realistis dan mengakui bahwa ribut dan rukun memang saling bergandengan dalam perjalanan hidup keluarga kita.


       Mengapa anggota-anggota satu keluarga yang rukun dan saling mencintai dapat juga bertengkar? Penyebabnya tentu berbeda-beda. Namun secara umum, penyebab hakikinya adalah karena mereka saling mencintai. Di sini terdapat paradoks (dua hal yang saling bertentangan) dan kausalitas (dua hal yang saling menyebabkan). Anggota-anggota satu keluarga adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Mereka adalah orang-orang yang paling kita andalakan. Karena itu kita mempunyai EKSPEKTASI (harapan yang mengandung unsur tuntutan) yang tinggi dari mereka. Tetapi sebagai orang dekat, kita juga mudah melihat segala keburukan mereka. Ekspektasi kita berbeda dari kenyataan. Kita bisa menjadi kecewa. Lalu kita menjadi kesal. Selanjutnya, sebagai orang dekat kita tidak sungkan mengecam. Kecaman itu dapat menimbulkan keributan. Akibatnya dapat timbul perasaan benci. Di sini letak paradoksnya : kita benci padahal kita saling mencintai. Di sini letak kausalitasnya : kita benci karena kita saling mencintai. Itu sebabnya kata ‘benci’ seolah-olah merupakan singkatan dari ‘benar-benar cinta’. Anggota-anggota keluarga adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Mereka dekat baik dalam jarak, maupun dalam intimitas. Kedekatan itu menimbulkan hubungan yang intens dan memunculkan beraneka ragam perasaan. Pelbagai perasaan itu, misalnya cinta, kecewa, butuh, amarah, rindu, peduli, iba, cemas, kesal atau lainnya, dapat menimbulkan kerukunan dan serempak juga keributan.

     Hubungan orang-orang dalam keluarga memang penuh dengan dinamika. Mereka ibarat telur dalam keranjang. Kapan telur-telur itu berbenturan dan menjadi retak? Kalau mereka terletak dalam satu keranjang yang sama. Dua telur yang terletak berjauhan atau dalam keranjang yang berbeda tidak mungkin akan berbenturan. Tetapi justru telur yang terletak dalam satu keranjang yang sama akan berbenturan. Anak dan orangtua, suami dan istri, kakak dan adik, mertua dan menantu, kemenakan dan ipar adalah ibarat telur-telur di dalam keranjang. Mereka berdekatan, karena itu mereka berbenturan. Tetapi mereka tetap saling butuh dan saling cinta. Mereka ribut meskipun rukun, mereka rukun meskipun ribut. Itulah hidup berkeluarga. Selamat hidup dalam keluarga.

Sumber Tulisan : Selamat Ribut Rukun (Dr. Andar Ismail) ©1993

27 April 2019

Polisi Tanpa Tanda jasa

Halo Bloggers, Saya perkenalkan sahabat saya yang merupakan anggota Kepolisian, dan juga "mungkin "baru dia saja yang saya tahu merupakan Anggota Kepolisian yang juga merangkap sebagai Guru bahasa Inggris. Bripka Man Lapanda yang saya sebut "Polisi tanpa tanda jasa". Saudara Man Merupakan salah satu anggota Polri yang bertugas di Polsek di Lembah Bada kecamatan Lore Selatan Kabupaten Poso Sulawesi tengah sebagai Kanit Binmas. Kecamatan Lore selatan sendiri terletak di daerah pegunungan terpencil jauh dari keramaian kota Poso, sulit mendapatkan sinyal ponsel dan Aliran listrik yang hanya beberapa jam sekali. Kondisi Masyarakat di Lore selatan masih termasuk golongan Pra-sejahtera. Sebagai Polisi, Saudara Man juga memiliki keahlian dalam berbahasa Inggris dan juga talenta dalam mengajar, dalam hal inilah dia memiliki kerinduan untuk mengajar Siswa-siswi SMP Negeri Satap Bulili Kecamatan Lore Selatan.


Selain bekerja di Polsek Saudara Man selalu menyempatkan diri untuk langsung mengajar mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah tersebut. Siswa yang jadi muridnya kurang lebih 60 orang yang terbagi dalam 3 kelas, banyak dari mereka adalah anak dari orang tua yang kurang mampu. suatu kali ada salah satu siswa yang tidak memiliki baju seragam SMP, sehingga dia masih mengenakan seragam SD, dan banyak juga dari mereka tidak memiliki buku dan alat tulis sehingga mereka tidak mencatat apa yang sudah di ajarkan gurunya. Dengan semangatnya untuk mencerdaskan anak bangsa, Saudara Man rela dan ikhlas mengajar serta menyisihkan uang nya untuk membeli alat tulis dan juga seragam untuk keperluan para murid, walau belum semua mendapatkannya, sehingga perlengkapan yang ia beli diberikan hanya kepada muridnya yang berhasil mendapatkan prestasi atau rajin di sekolah.

Setiap harinya Saudara Man mengendarai motor dan harus menempuh jalan yang kurang bagus naik gunung turun gunung untuk sampai ke sekolah. Di SMP tersebut hanya ada dua Pegawai, yang satu Kepala Sekolah Bapak Aristaskus panga'i dan yang satu lagi guru yang mengajar Kelas IPS, seperti yang di alami di sekolah-sekolah pedalaman yang lain, di sini juga masih kurang tenaga pengajar.


Kalau di bilang Indonesia sudah merdeka, apakah dunia pendidikan nya sendiri sudah ikut merdeka? Kalau pemerintah belum sanggup memenuhi kebutuhan dunia pendidikan masa depan bangsa apa warganya hanya diam saja? Seharusnya tidak. Dasar Saudara Man sendiri adalah ke ikhlasannya mengajar karena memiliki kemampuan dalam Bahasa Inggris dan mewujudkan tugasnya sebagai Polisi sesuai dengan UU no.2 th 2002 pasal 13 tentang tugas pokok Polri yaitu memelihara Kamtibmas, menegakkan hukum, melindungi mengayomi dan melayani masyarakat, namun di tempat ini juga saudara Man turut serta mencerdaskan anak bangsa di Lore Selatan, sungguh mulia sekali. 


Untuk itu, saya mengajak teman-teman yang punya kerinduan dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa terutama  di SMP Negeri Satap Bulili Lore Selatan Sulawesi tengah dimana Saudara Man mengajar, dapat membantu Mewujudkan kerinduan Saudara Kita ini dalam hal penyediaan buku dan alat tulis serta kamus bahasa inggris dapat menghubungi Saudara Bripka Man Lapanda langsung via Message
Facebook : Earl Brilliant Tftt


Semoga Kisah Bripka Man Lapanda ini dapat menjadi Inspirasi dan juga semangat kita untuk menjadikan tunas bangsa yang cerdas dan Merdeka dalam dunia pendidikannya.


Terima kasih.

12 February 2019

Restu Ibu




Pada ibu, kita cuma perlu minta restunya dalam perjuangan (entah untuk kebebasan atau cuma kekuasaan). Bukan kita minta tinjunya untuk memukul lawan, Supaya lawan tak punya alasan memukul ibu kita. Kalah pun kita, dia tak tersentuh & kita tetap pemenang di pangkuannya. Filsuf Albert Camus pernah berkata "di depan keadilan, aku akan membela ibuku". Karena itu jangan biarkan ibu kita melakukan perkelahian yg tak perlu, memukul yang tak perlu dan dipukul untuk alasan apapun..yang tentunya juga tak perlu.

Dulu saya melarang ibu saya (yang suka diwawancara wartawan) untuk mengutuk Orba. Saya minta ibu hanya untuk berkata yang baik-baik saja. Saya tak mau rasa marahnya membuat saya harus juga melindunginya dari pukulan balik dari Orba, padahal untuk membela diri pun saya tidak mampu. Ibu adalah matahari. Ia harus bisa memberikan hangatnya pada siapapun, pun pada lawan-lawanku yang memusuhi anaknya. Ibu sudah bertaruh hidup & mati untuk eksistensi kita saat melahirkan kita. Dan tak perlulah dia lagi-lagi harus bertaruh hidup & mati untuk esensi kita (ide-ide kita)..Apalagi cuma untuk ambisi-ambisi kita.


  • Kaum ibu seluruh dunia, restuilah anak-anakmu. Pada masanya, anak-anakmu akan pulang dari sebuah pertarungan. Jika dia pemenang, peluklah. Jika dia kalah, biarkan dia memelukmu. Lahirkan dirinya untuk ke dua kalinya. Saya akhiri thread saya ini dengan lagu favorit saya waktu TK, "Mama" oleh Heintje (versi Belanda, meskipun yang saya dengar waktu TK dulu versi Jerman) .

Oleh : Budiman Sudjatmiko

SELEBTWEET SYNDROME, dan dampaknya terhadap KESEHATAN MENTAL

Seperti biasanya, nulisku pelan. Jadi, kamu bacanya jangan tergesa ya ☕️ . Selebtweet syndrome ini juga berlaku buat selebgram syndrome. Secara umum, syndrome ini disebut dengan star syndrome. Apa itu?

Tanpa sadar punya keinginan untuk terus menjadi pusat perhatian, pingin jadi bintang, merasa paling benar, haus pujian, enggak terima kalau diberi saran. Apa syndrome ini hanya dialami oleh orang yang punya follower atau subscriber banyak?

Enggak. Yang follower atau subscribernya sedikit pun bisa kena syndrome ini. Siapapun yang sering menganggap rendah orang lain, dan merasa dirinya paling keren, berarti terjebak star syndrome. Saya pun pernah terkena star syndrome.

Karena lahir di keluarga broken home, ibu mendidik saya begitu disiplin. Agar berprestasi enggak kalah dgn yg lainnya. Hasilnya sering juara kelas. Sering dipuji, cukup dikenal.

Akumulasi ini tanpa sadar menjebak saya dalam star syndrome. Jumlah followers yang kian bertambah, semakin banyak yang RT tweet saya, yang ngelike foto IG saya, semakin bertambah orang yang memuji dan berterima kasih ke saya. Ditambah semakin risih kalau ada orang yang berbeda pendapat dengan saya.

Ini pun bikin saya terkena star syndrome. Ada pengalaman yg begitu keras menampar saya

Dulu banget, diundang jadi pembicara di suatu acara. Karena star syndrome, tanpa sadar saya merasa saya ini pembicara paling keren. Pembicara lain pasti lebih jelek. Tapi ternyata, usai acara, banyak peserta menilai sesi saya B aja ☺️. Pengalaman lainnya. Pernah nulis, ngetweet, atau share kabar di social media dan WA. Karena star syndrome, tanpa sadar saya merasa paling bener. Ada yang membantah, saya ngotot enggak terima.

Tapi ternyata setelah ditelusuri lebih teliti, saya yang keliru. Atau kabar itu hoax ☺️.  Pelajaran apa yang saya dapatkan dari pengalaman itu?

Sampai saat ini pun, meski udah ditampar pengalaman berkali-kali, saya belum sepenuhnya terbebas dari star syndrome. Cuma kalau dibandingkan dulu, sekarang kadar star syndrome saya udah mendingan banget. Udah enggak “segila” dulu. Menyehatkan mental dengan keluar dari jebakan star syndrome ini sangat tidak mudah. Karena ego pintar sekali menyelinap dan menyamar

Misal: Merasa udah terbebas dari ego pingin jadi bintang. Yang merasa ini pun ego itu sendiri. Semacam menyombongkan diri bahwa diri tidak sombong.  Seringkali kita enggak sadar kalau kita terkena star syndrome. Siapapun bisa terjebak syndrome ini. Apalagi yang followersnya & subscribernya banyak, apalagi yang mendadak terkenal, OKB.

Di satu sisi, sekarang ini membuka peluang kepada siapapun untuk bisa terkenal secara instant. Social media bikin orang gampang terkena star syndrome. Maunya hanya di like, dipuja, enggak mau kalau ada perbedaan pendapat, sangat takut kalau tidak disukai.

Padahal kenyataannya di hidup ini tentu saja pasti ada yang suka, ada yang enggak suka. Kalau memang berniat menyehatkan mental, paling tidak kurangi keinginan untuk selalu jadi bintang, kurangi keserakahan untuk selalu dipuja. Enggak perlu dikit-dikit unfollow atau block orang-orang yang berbeda pendapat dengan kita.

Belajarlah jadi manusia biasa-biasa saja.

- Sekian 🙏