30 January 2019

Pak, Saya Mau Jadi Seperti AHOK ! Maaf Nong, Jangan !!

Di suatu kesempatan ngobrol dengan beberapa murid, saya mendapat pertanyaan-pertanyaan tentang populernya seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dua diantaranya, "Pak, kenapa banyak orang suka Ahok ? Dia hebat ko ?"

Kepada mereka saya menjelaskan, "Nong, Ahok itu termasuk orang yang langkah di kita punya negara. Sebenarnya yang dibuat Ahok itu perbuatan-perbuatan sederhana misalnya, Dia jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Dia mencintai sesama manusia tanpa perbedaan. Ketika menjadi Bupati, Anggota DPR RI dan Gubernur, Dia perhatikan kepentingan orang banyak, Dia bantu orang miskin, orang sakit, nelayan, pedagang, petani dan saudara-saudari kita yang cacat. Yang Dia buat pas dengan yang banyak orang butuh".

"Terus Nong, Dia itu berani lawan kalau ada yang mau coba-coba curi uang rakyat. Dalam  pikirannya tidak boleh ada yang tipu rakyat, kalau Dia dapat, Dia langsung sikat. Dengan anggota DPR yang korupsi dan Pengusaha yang rakus dia sudah lawan. Semua penjahat yang buat susah rakyat langsung jadi musuhnya. Yang hebatnya lagi, Ahok itu rajin ke Gereja dan sayang terhadap keluarga".

"Nah, kenapa Ahok punya perbuatan-perbuatan yang sederhana itu jadi kelihatan besar di mata masyarakat ? Itu karena sudah banyak sekali orang yang meninggalkan kebiasaan-kebiasaan baik. Banyak orang yang tidak berani jujur demi uang dan jabatan. Banyak yang tega menyusahkan orang lain hanya untuk jadi kaya. Banyak orang yang sudah tidak mau dekat dengan Tuhan dan tidak mau mencintai orang lain. Hanya pikir diri sendiri".

"Kemudian muncul Ahok yang kerjanya bersih dan lurus tambah berani. Banyak orang merasa  Dia unik, Dia hebat dan Dia satu-satunya. Karena negara kita banyak orang jahat sehingga muncul satu orang baik seperti Ahok langsung heboh satu negara. Banyak yang menyukai Dia tapi banyak juga yang membenci Dia. Yang membenci Ahok itu mereka yang selama ini nyaman berbuat dosa dan merasa terganggu dengan kehadiran Ahok".

Satu pertanyaan menantang tiba-tiba terlontar dari seorang murid, "Pak, Dia baik tapi kenapa masuk penjara ?". Agak sulit tapi saya berusaha menjawab, "Nong, manusia itu tidak sempurna, ada waktu dimana kita tidak mampu mengontrol diri. Waktu itu Ahok bermaksud melawan orang-orang yang punya niat menipu rakyat, tetapi kata-katanya terlalu keras sehingga menyinggung perasaan kelompok tertentu. Dia sempat meminta maaf tetapi masalahnya tetap diproses dan akhirnya masuk penjara".

"Ahok didemo hampir 7 juta orang. Dia dihujat, dicaci dan dibenci. Dengan tegar dan tenang, Dia hadapi. Ahok lewati masa-masa dipenjara dengan senang hati dan gembira. Dia berpikir, Tuhan sedang membentuknya untuk lebih baik dan lebih kuat lagi. Sekalipun masuk penjara, Ahok tetap dicintai dan disanjung. Tiba saat dimana Dia bebas, Ahok dinantikan banyak orang baik di dalam maupun luar negeri".

"Ah, Pak saya mau jadi seperti Ahok ! Saya juga, saya juga mau". Itu respon singkat seorang murid diikuti teman-temannya yang lain. Saya jawab, "Nong, kalau kamu hanya mau jadi sama seperti Ahok, Jangan ! Karena kamu punya potensi untuk jadi lebih dari Ahok. Kita jadikan Ahok sebagai inspirasi tetapi kita harus berusaha lebih dari Ahok. Kamu mau jadi apa saja, Dokter, Polisi, Guru, PNS, Pengusaha atau Politisi, harus buat lebih dari yang sudah Ahok buat. Syaratnya sederhana, belajar untuk jujur, bertanggung jawab, disiplin, berani berbuat benar, mencintai sesama dan jangan sekali-kali melupakan Tuhan dalam setiap perjalanan dan perjuangan hidup".

"Jadi, Nong jangan hanya mau jadi sama, tapi harus mau lebih dari Ahok".


(AHR)

No comments:

Post a Comment

silahkan Pos kan Komentarmu, dimohon tidak berbau sara, provokasi, apalagi melanggar hukum, Thank you.