Hari ini 4 tahun lalu, kami menginjakkan kaki di sebuah tempat yang sangat amat popular di dunia, NYC. Perasaan campur aduk, excited tapi juga serem apalagi masuk gerbang imigrasi. Kami berlima (Saya,Istri, dan ketiga anak) yang nol pengalaman dengan tempat ini, seperti meraba-raba dalam remang-remang. Keluar dari gerbang imigrasi, mendapatkan ternyata bandara JFK sama rusuhnya dengan bandara CGK. Mikirnya bakal less chaotic, seperti bandara Changi misalnya. Teriakan orang berbagai Bahasa terdengar sana sini. Tentara stand-by dengan assault riffle berjejer, Tempat apa ini? Hahahaha.
Setelah ambil koper, beberapa orang datang menawarkan jasa taksi gelap. Etdah kayak lagi di terminal Cililitan *lawas* Mungkin keliatan dari gesture kami yg celingukan layaknya pendatang baru. Di antara mereka saling menawarkan harga. Untung udah survey, jadi bisa nawar.
Jalan ke parkiran, tubuh kami pertama kalinya merekam suhu minus derajat celcius. Wah dingin juga ternyata ! Untung kami sudah dilengkapi layer thermal punya Uniqlo. Dalam perjalanan ke penginapan, terlihat NYC sangat gloomy & suram setelah badai salju.
Selama perjalanan, kami cuma bisa terdiam, Perasaan masih campur aduk. Gue flashback lagi ke jaman pertama merantau ke Kuwait, apakah ini jalan yang benar? Apakah masa depan anak-anak aman? Apakah anak-anak akan bahagia?
Masuk di penginapan, gue langsung kunci, tutup korden. Entah kenapa, mungkin insting aja mencoba menjaga perimeter yg aman buat keluarga gue. Ini bukan liburan, tapi seperti sedang liburan, Campur aduk.
Lalu kami berlima berkumpul di kamar berpelukan. Mata basah tumpah semua perasaan. Cah wedhok nangis kangen Kuwait kangen Jakarta kangen keluarga. Sesaat galau, "are we going to be okay?" Lalu berucap Bismillah.P Prosedurstandard ketika ada di tempat asing: mencari sumber (makanan atau grocery items) yang dianggap tidak asing & familiar. Kuwait & Indonesia adalah referensi utama kami, rumah kami. Jadi apa-apa selalu berangkat dari kedua 'rumah' itu. Kami lapar, Buka Google Maps, tidak ada nama yang kami kenal kecuali satu: McDonald. Kami pun berjalan ke sana, dan kami mendapatkan fakta baru bahwa salju tidak seputih di kisah-kisah dongeng yang kami baca.
Masuk McDonald, Kami yang masih meraba-raba ini mendapatkan suasana baru, Banyak kulit hitam, cukup rusuh untuk ukuran kami saat itu. Ngomongnya keras. Gue pun otomatis meningkatkan kewaspadaan Seperti layaknya alien datang ke bumi. Dalam benak gue, gue udah pernah ngadepin Arab rusuh, mungkin ini mirip antisipasinya. Entah itu diliatin dengan sinis, ledekan rasis atau bahkan pelecehan seksual. I've seen worst, Get prepare!, Semua kewaspadaan itu sirna ketika dijemput senyum mbak-mbak kasir McD "How are you? Dia bertanya dengan senyum. Sapaan sederhana yang bikin maknyes. Gue menjawab sumringah dengan mata berkaca-kaca hahahahaha Ada sepercik embun yang menenangkan gundah berkecamuk sejak kami mendarat di tempat asing ini. Tadinya kami mikir mau bawa pulang aja makanannya, tapi momen senyum tadi membuat kami pede untuk duduk dan makan di situ. Dengan latar belakang pengunjung kulit hitam yang ribut rusuh, Kami menikmati hidangan sambil memperhatikan suasana sekitar kami. Kami balik ke penginapan. Terasa hangat, Terasa homey, Seperti baru nemu rumah baru. Tempat berlindung dari dunia asing di luar sana yang dingin membeku, berisik sirene polisi dan damkar, orang mabuk teriak-teriak dan truk penebar garam sambil menyerok salju di jalanan.
Malam hari, kami berlima desek-desekan tidur satu kasur ukuran gede, Alhamdulillah hari ini. Bismillah lagi besok. Our new adventure has just begun !, Ini 'bukan liburan' yang penuh itinerary dengan daftar lokasi kunjungan buat selfie-selfie, Ini 'bukan liburan' yang kalau homesick bisa pulang, Ini 'bukan liburan' yang kalau kangen keluarga bisa ketemu lagi, Ini 'bukan liburan' yang sifatnya pelarian dari kehidupan rutin, Ini eksplorasi, Ini penjelajahan, Ini tantangan, Ini petualangan, Ini latihan, Ini upgrade, Ini uncomfort zone, sekaligus comfort zone, Untuk yang terbaik, Untuk anak-anak, Untuk keluarga besar, Untuk jiwa lain siapa pun yang membutuhkan.T erlalu banyak yg bisa diceritakan. But in short, apa yang kami dapat di Kuwait adalah modal & pelajaran penting untuk bisa merantau di US. Ada kemudahan di balik keterbatasan dan sebaliknya :)
Dari cerita itu, ada keseruan tapi juga ada pain, problem, tears, blood bahkan kematian. Dari cerita karangan Herge itu, gue waktu kecil seperti dikasih fakta: hidup itu tidak selalu menyenangkan tapi dijamin selalu seru. Waktu, tenaga, tempat itu cuma satu dari keterbatasan yang layak dihadapi. Makin terbatas, makin dilatih kemampuan kita bersiasat. Gue yang anak 3 dengan segambreng PR termasuk kerjaan kantor aja masih ngga ada apa-apanya dengan keterbatasan waktu yg dimiliki. misalnya, presiden RI.,
Kesuksesan, seperti halnya masalah, itu dijamin akan selalu ada. Dari skala kecil sampai besar.
Apa pun yg terjadi saat kami di sini, selalu ada sepercik sukses yang layak disyukuri, segelombang masalah yang layak direnungi. Hanya dengan mata hati yang jernih yang bisa melihatnya. Dijadikan reward & inspirasi.
By : Pinot W. Ichwandardi (Animator)🐥
![]() |
| The United Kingdom Expedition Team |




No comments:
Post a Comment
silahkan Pos kan Komentarmu, dimohon tidak berbau sara, provokasi, apalagi melanggar hukum, Thank you.